Harga melesat, saham pengelola KFC dan Ranch Market masuk UMA
JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) pada sejumlah saham, menyusul lonjakan harga dan pola transaksi yang di luar kebiasaan.
Beberapa saham yang saat ini berstatus UMA termasuk PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dan PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengatakan adanya peningkatan harga saham FAST dan RANC yang di luar kebiasaan.
Meskipun demikian, kata Yulianto, masuknya dua saham itu dalam status UMA, “tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Pengumuman atas masuknya saham FAST dan RANC ke dalam daftar UMA disampaikan pada 25 September 2025.
Sebagai catatan, FAST adalah emiten pengelola gerai Kentucky Fried Chicken (KFC) di Indonesia. Sementara RANC dikenal sebagai pemilik jaringan ritel Ranch Market.
Pada perdagangan Kamis (25/9) kemarin, harga saham FAST melesat 24,73% ke level Rp464 per lembar. Sementara harga saham ZATA melesat 35% ke leel Rp81 per lembar.
Selain kedua saham itu, BEI juga menetapkan status UMA untuk 5 emiten lain pada saat yang bersamaan. Kelima emiten tersebut adalah:
PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI)
PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA)
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA)
PT Global Teleshop Tbk (GLOB)
PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
(KR)