Citi dan DBS uji pembayaran via blockchain Swift, ambil pasar Ripple?
SINGAPURA - DBS, bank komersial terbesar di Asia Tenggara, dan Citi, salah satu bank besar Amerika Serikat, berhasil menyelesaikan pembayaran dolar AS lintas negara secara langsung menggunakan deposito digital bertokenisasi melalui Digital Ledger milik Swift.
Seperti dikutip TR, transaksi tersebut dilakukan pada 5 September antara DBS di Singapura dan Citi di New York.
Pembayaran dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit pada akhir pekan, dibandingkan proses pembayaran lintas negara konvensional yang biasanya membutuhkan hingga dua hari kerja.
Uji coba ini menjadi transaksi langsung kedua yang dilakukan melalui jaringan blockchain Swift.
Sebelumnya, pada Agustus, Swift melakukan pengujian serupa antara HSBC dan Standard Chartered.
Swift kini memperluas kelompok utama yang terdiri dari 12 bank global untuk menguji kemampuan jaringan tersebut dalam menangani transaksi secara cepat dan beroperasi sepanjang waktu.
Perbankan tradisional tengah menguji apakah infrastruktur berusia 53 tahun itu dapat beradaptasi dengan kebutuhan pembayaran digital yang berlangsung secara instan.
DBS memperkirakan nilai pembayaran lintas negara yang berasal dari Asia akan mencapai US$24 triliun pada 2033.
Sementara itu, Head of Services Asia South Citi, Mridula Iyer, menilai kemampuan memproses pembayaran secara langsung pada akhir pekan dapat memberikan manfaat bagi nasabah yang membutuhkan transaksi lebih cepat.
Bagaimana Posisi Ripple?
Di tengah upaya Swift memperbarui infrastrukturnya untuk mendukung deposito digital, Ripple juga memperkuat posisinya sebagai perusahaan teknologi pembayaran berbasis blockchain.
Ripple adalah perusahaan teknologi keuangan asal Amerika Serikat yang didirikan pada 2012 oleh Chris Larsen dan Jed McCaleb.
Bisnis utama Ripple adalah menyediakan teknologi pembayaran berbasis blockchain untuk membantu bank, lembaga keuangan, dan perusahaan melakukan transfer dana lintas negara secara lebih cepat dan efisien.
Ripple menawarkan perangkat lunak dan solusi pembayaran kepada bank serta nasabah korporasi untuk membantu memproses transfer lintas negara. Berbeda dengan sistem Swift yang sedang diuji dalam artikel ini, solusi Ripple dikembangkan sebagai layanan teknologi pembayaran yang dapat memanfaatkan jaringan blockchain dan aset digital.
Dengan demikian, persaingan yang muncul bukan berarti bank harus memilih antara Swift dan XRP.
Ripple merupakan perusahaan penyedia teknologi pembayaran, sedangkan XRP adalah aset digital yang memiliki fungsi berbeda dan dapat digunakan dalam ekosistem pembayaran tertentu.
Swift sendiri merupakan jaringan pesan dan infrastruktur yang digunakan lembaga keuangan untuk mengirimkan instruksi pembayaran antarnegara.
Posisi Ripple menjadi lebih relevan karena Swift mulai menguji penggunaan teknologi ledger terdistribusi untuk mempercepat penyelesaian transaksi. A
rtinya, perusahaan seperti Ripple tidak lagi menjadi satu-satunya pihak yang menawarkan penggunaan teknologi blockchain untuk mengatasi keterlambatan dalam pembayaran lintas negara.
Swift memproses sekitar US$1,5 kuadriliun transaksi setiap tahun. Ketika Swift berupaya memodernisasi sistemnya agar transaksi dapat berlangsung lebih cepat dan tidak terhambat oleh jam operasional perbankan, Ripple terus mengembangkan solusi teknologi untuk transfer antarbank dan pembayaran lintas negara.
Harga XRP Bergerak Terpisah
Meski Swift semakin memasuki wilayah teknologi yang juga digarap perusahaan seperti Ripple, pergerakan harga XRP tidak serta-merta mencerminkan perkembangan bisnis pembayaran perusahaan tersebut.
Hal ini karena Ripple dan XRP merupakan dua hal yang berbeda.
Ripple adalah perusahaan teknologi, sedangkan XRP merupakan aset digital yang diperdagangkan secara terbuka di pasar kripto. Penggunaan atau pengembangan produk Ripple tidak secara otomatis menciptakan permintaan terhadap XRP.
Harga XRP lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara umum, sentimen investor, serta volume perdagangan. Karena itu, perkembangan kerja sama pembayaran Ripple dengan bank tidak selalu berdampak langsung terhadap harga token tersebut.
Dengan Swift yang terus memperluas pengujian teknologi blockchain dan Ripple yang memperkuat bisnis pembayaran, persaingan dalam pengembangan infrastruktur pembayaran lintas negara semakin berkembang.
Namun, kemajuan bisnis pembayaran Ripple dan perkembangan harga XRP tetap perlu dilihat sebagai dua hal yang berbeda. (DK)